
Mamaku guru seks ku..aahhh
Aku dan Mama tinggal di sebuah rumah yang lumayan besar. Maklumlah, Kakekku (dari
pihak Mama) adalah pengusaha yang sangat sukses. Dan Mama adalah penerusnya. Oh
iya sebagai gambaran, saat itu Mamaku masih berusia 33 tahun. Hari ulang tahun
Mama terpaut dua minggu dari hari ulang tahunku. Mama mempunyai wajah yang
sangat cantik. Berkulit kuning langsat yang menambah kecantikannya. Dengan
tinggi dan berat sekitar 165 cm dan 45 kg membuat Mama terlihat sangat ideal.
Sedangkan buah dada Mama kuperkirakan berukuran 36 yang nantinya ternyata
terbukti perkiraanku salah.Kembali ke cerita awal. Pada saat asyik-asyiknya aku
melahap makan malamku, Mama tiba-tiba berkata, “Ton, besok kamu kan ulang
tahun.”Aku yang lagi enak-enaknya makan sih hanya mengangguk saja. Melihat aku
yang tidak begitu menanggapinya, Mama berkata lagi, “Kalo Mama nggak salah
umurmu udah 17 tahun kan?”Dan seperti tadi, aku pun hanya mengangguk-angguk saja
sambil tetap melahap makanan di depanku.”Ton, Mama ingin ulang tahunmu besok
menjadi ulang tahun yang berkesan buatmu. Jadi kamu boleh meminta kado apa saja
yang kamu mau.”Aku yang mulai tertarik dengan ucapan Mama pun bertanya, “Apa
saja Ma..?”"Iya, apa saja yang kamu mau,” jawab Mama.Dengan hati-hati aku
bertanya lagi, “Ma, Toni kan udah gede.”"Betul, Mama tau itu. Lalu..?” tanya
Mama penuh selidik.”Toni rasa udah waktunya Toni tau yang namanya… seks,”
kataku dengan hati-hati.Kulihat Mama agak terkejut dengan perkataanku barusan.
Tapi setelah dapat menguasai keadaan, Mama pun tersenyum sambil bertanya, “Apa
nggak ada kado lain yang lebih kau inginkan dari pada itu, Ton..?”"Tadi Mama
bilang boleh minta apa saja, kok sekarang jadi menolaknya. Kalo Mama nggak mau
ya udah. Beri aja Toni kado sweater atau baju seperti ulang tahun Toni yang
udah-udah.” kataku dengan wajah agak muram.”Wow, tunggu dulu donk Sayang. Kan
Mama belon bilang mau apa nggak. Jadi jangan ngambek dulu donk.” kata Mama
dengan wajah sabar.”Jadi… boleh nggak, Ma..?” tanyaku dengan tidak
sabar.”Setelah Mama pikir, bolehlah. Buat anak tercinta sih apa saja boleh kok
Sayang..” jawab Mama.”Terima kasih Ma. Toni sayang banget sama Mama.” jawabku
dengan antusias.Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Seperti malam kemarin, aku
dan Mama lagi makan malam berdua. Malam itu Mama terlihat cantik sekali.Mama
tiba-tiba berkata, “Ton, kamu udah siap menerima kado istimewamu..?” tanya Mama
dengan tersenyum manis.Aku yang memang sudah tidak sabar langsung saja menjawab,
“Ya jelas siap donk, Ma.”Setelah selesai makan Mama menggandengku ke ruang
televisi.”Duduk di sini Sayang. Tunggu sebentar ya..!” kata Mama sambil
menyuruhku duduk di permadani.Mama lalu masuk ke kamarnya. Tidak lama kemudian
Mama keluar dari kamar. Aku terkejut, karena sekarang Mama hanya memakai baju
tidur yang sangat seksi dan menonjolkan setiap lekuk tubuhnya. Di tangannya,
Mama memegang beberapa buah CD. Mama lalu menuju ke VCD player lalu memasang CD
yang dibawanya.Setelah diputar, ternyata itu adalah VCD XXX, VCD yang pertama
kuingat berjudul ‘ChowDown’. Setelah duduk di sebelahku, Mama memandangiku
sambil berkata, “Kamu udah siap Ton..?” tanya Mama.”Udah dari tadi Ma.”
jawabku.Mama pun mendekatkan wajahnya ke wajahku. Lalu sedetik kemudian Mama
mulai mencium bibirku. Dengan refleks aku pun membalas ciumannya. Dan tidak lama
kedua lidah kami pun bertautan.”Mmmh.. mmhh.. mmm..” hanya desahan saja yang
terdengar kini dengan diiringi desahan-desahan dari film yang diputar di TV.Aku
memeluk Mama erat-erat sambil tetap berciuman. Mama pun terlihat sudah sangat
terangsang.Tidak lama tanganku pun mulai menggerayangi tubuh Mama. Tangan kiriku
mulai meremas-remas payudara Mama dari luar baju tidurnya. Sedangkan tangan
kananku mulai meraba-raba selangkangan Mama.”Ahh..!” teriak Mama ketika tanganku
menyentuh vaginanya.Setelah sekitar 20 menit kami saling berciuman dan saling
meraba, Mama melepaskan pelukan dan ciumannya. Lalu Mama menuntun tanganku untuk
membuka bajunya. Tanpa diminta dua kali, tanganku pun mulai beraksi melepas baju
tidur Mama dari tubuhnya. Sekarang Mama hanya memakai BH dan celana dalam saja.
Mama tersenyum padaku lalu mendekatiku. Dan tidak lama, tangan Mama mulai
berusaha melepas pakaian yang kukenakan. Aku hanya menurut saja diperlakukan
begitu. Dan kini pun hanya tinggal CD saja yang melekat di tubuhku.Dengan tubuh
yang sama-sama setengah telanjang, aku dan Mama kembali berpelukan sambil
berciuman. Hanya desahan saja yang terdengar di ruangan. Lalu perlahan tanganku
membuka kaitan BH Mama. Melihat aku yang kesulitan membuka BH-nya, Mama
tersenyum, lalu tangannya membantuku membuka BH-nya. Sekarang buah dada Mama
yang indah itu pun terpampang jelas di depanku.”Tetek Mama gede banget sih. Toni
suka deh,” kataku sambil meraba payudara Mama.”Jangan diliatin aja donk Sayang..!
Dijilat dan disedot donk Sayang..!” pinta Mama.Tanpa dikomando dua kali, aku
langsung saja menjilati payudara Mama yang sebelah kanan. Sedangkan tangan
kananku meremas-remas payudara Mama yang sebelah kiri.”Aahh… Ohhh… fuck..!”
teriak Mama ketika buah dadanya kujilat dan kusedot-sedot.Secara bergantian
payudara Mama kusedot dan kujilati, sedangkan tangan kanan Mama meremas-remas
batang penisku dari luar CD-ku. Dan tanpa sadar, Mama berusaha melepaskan CD-ku.
Aku pun tidak mau kalah. Setelah puas menggarap payudara Mama yang besar itu,
aku pun berusaha melepaskan CD Mama. Melihat kelakuanku yang tidak mau kalah,
Mama hanya tersenyum saja. Sesaat kemudian kami berdua sudah telanjang bulat.
Aku hanya dapat menelan ludah melihat tubuh indah Mama. Di selangkangan Mama,
terlihat bulu-bulu yang tertata rapi membentuk segitiga.”Ton, kontol kamu gede
bauanget,” kata Mama takjub melihat batang penisku yang sudah menegang.”Masa sih
Mam..?” tanyaku seakan tidak percaya, “Tapi tetek Mama juga gede kok. Emang
tetek Mama itu ukuran berapa..?” tanyaku lagi.”Ukuran 38B, emang kenapa si Ton.
Kamu suka kan..?” tanya Mama.”Ya jelas donk Mama sayang, mana mungkin Toni nggak
suka.” jawabku, dan tanganku kembali meremas payudara Mama sambil
menggigitnya.”Aauww..!” teriak Mama, “Kamu nakal Sayang, masa tetek Mama digigit..?”
kata Mama manja.”Ma’af, Ma. Toni nggak sengaja.” jawabku sekenanya.”Nggak
apa-apa kok Sayang, Mama suka kok. Kamu boleh memperlakukan Mama sesukamu.” kata
Mama sambil tangan kanannya masih meremas-remas kemaluaku.Dan tidak lama Mama
pun berjongkok, lalu tersenyum. Mama mendekatkan wajahnya ke kemaluanku, lalu
mulai mengeluarkan lidahnya.”Uuhh… aahh… enak Mam..!” aku berteriak ketika
lidah Mama mulai menyentuh kepala penisku.Mama masih menjilati penisku, mulai
dari pangkal sampai ujung kepala penisku. Dan kedua bijiku pun tidak terlewatkan
oleh lidah Mama. Aku hanya memejamkan mata sambil mendesah-desah memperoleh
perlakuan seperti itu.Setelah sekitar sepuluh menit, aku merasa kemaluanku
berada di sebuah lubang yang hangat. Aku pun membuka mataku dan melihat ke bawah.
Ternyata sekarang separuh penisku sudah masuk ke mulut Mama.”Aahh… oohh..
yeeahh.. enaakk ba..nget Maa..!” teriakku lagi.Kuperhatikan penisku diemut-emut
oleh Mama tanpa mengenai giginya sedikit pun. Lidah Mama bergerak-gerak dengan
lincah seperti ular.Dan sekarang kulihat Mama menyedot-nyedot bulu kemaluaku
seperti mau dikeramasi.”Maaa… enak Maa..!” aku hanya dapat berteriak.Aku
merasa ada yang mau keluar dari penisku, aku tidak tahan lagi, dan seerr.. Aku
kaget juga, kupikir yang keluar tadi adalah sperma, tapi tidak tahunya adalah
air kencingku yang menyembur sedikit.”Wah, ma’af Ma. Toni nggak sengaja.” kataku
buru-buru dengan napas yang masih terengah-engah.Tapi apa yang terjadi, Mama
malah menjilati air kencingku yang berleleran. Gila.., sensasi yang kurasakan
sangat luar biasa. Dan tiba-tiba Mama menarik tanganku dan mengajakku ke kamar
mandi. Kamar mandi kami dapat dibilang sangat besar dan mewah. Sudah itu wangi
lagi. Mama menuntunku menuju jacuzi, lalu Mama pun berlutut lagi. Batang penisku
dikocok-kocok di depan wajahnya, terus disedot-sedot seperti makan es krim.”Ayo
Sayang..
.”Enak nggak Ma..?” tanyaku setelah aku selesai kencing.Mama memandangku
dengan manja, sedangkan mulutnya masih mengulum batang kemaluanku.Setelah itu
kedua bijiku pun dijilatinya.”Kamu mau tau rasanya, Ton..?” tanya Mamaku setelah
melepaskan kulumannya dari penisku.”Boleh aja, Ma.” jawabku penuh semangat.Mama
lalu menyuruhku tidur telentang di lantai kamar mandi. Aku mengikuti saja
perintah Mama.Mama lalu berdiri dengan kedua kakinya berada di kiri kanan
kepalaku. Dan sesekali kakinya digosok-gosokkan ke wajahku. Dan meskipun ada air
kencingku yang berleleran di kaki Mama, aku tidak merasa jijik untuk menjilati
kaki Mama. Setelah itu Mama perlahan-lahan mulai jongkok. Kuperhatikan pantat
seksi Mama mulai mendekati wajahku. Aku menunggu dengan sabar sampai sesaat
vagina Mama benar-benar berada tepat di atas mulutku.Lubang kemaluan Mama
terlihat sudah berlendir bertanda Mama sudah terangsang. Kujilati lubang
kemaluan dan lubang anusnya secara bergantian. Mama menguakkan bibir vaginanya
secara perlahan sampai-sampai aku dapat melihat lubang kemaluannya mengembang.”
Suara erangan kepuasan menggema di dalam kamar mandi itu.”Bagaimana
rasanya Sayang, enak bukan..?” tanya Mama sambil matanya terpejam menahan nikmat
karena vaginanya kujilat-jilat.”Enak banget, Ma.” jawabku singkat.Setelah itu
Mama berdiri lalu duduk di sebelahku. Kedua kakinya dikangkangkan sehingga aku
dapat melihat vaginanya dengan jelas.”Sayang, sekarang kamu jilatin memek Mama
ini..!” kata Mama sambil menunjuk ke arah vaginanya.Setelah itu Mama tidur
telentang di lantai kamar mandi. Aku langsung saja menuju bagian bawah pusar
Mama. Kudekatkan wajahku ke vagina Mama, lalu kukeluarkan lidahku dan mulai
menjilati vaginanya.”Ahh… fuuckkk.. yeaahh.. shiitt… hisapnya itilnya Sayang..!”
Mama hanya dapat meracau saat kujilati vagina dan klitorisnya kuhisap-hisap.”
Ohhh… Aahh.. fuuck… mee… yeaaahh… masukin kontolmu sekarang Sayang..!
Mama udah nggak tahan..!” pinta Mama memohon.Aku pun perlahan bangun dan
mensejajarkan tubuhku dengan Mama. Kugenggam batang penisku, lalu perlahan-lahan
kudorong pantatku menuju vagina Mama.Ketika memasuki liang senggamanya, Mama
berteriak-teriak, apalagi ketika separuh penisku mulai menelusuri dinding
vaginanya. Baru pertama kali aku merasakan kenikmatan yang luar biasa seperti
ini. Rasanya seperti diurut-urut, enak seperti dielus-elus daging basah dan
kenyal.”Aahhkk enak se..kali.. Sayang..! Fuuuck… me.. hardeer.. honey..!”
jeritan Mama memenuhi kamar mandi.Setelah sekitar 10 menitan, aku mencabut
batang kemaluanku dari lubang vagina Mama. Mama terlihat sangat kecewa ketika
aku melakukan itu. Dan tidak lama kemudian aku meminta Mama untuk berganti
posisi. Kuminta Mama untuk menungging. Lalu dari belakang kuremas-remas pantat
Mama yang semok itu. Lalu kuarahkan batang penisku ke bibir vagina Mama. Setelah
kurasa tepat, lalu kusetubuhi Mama dari belakang dengan doggie style.”Aduhh…
enak… sekali Sayang..! Kamu… pin..tarr… Sayang..!” jerit Mama ketika
kusetubuhi dari belakang.Sedangkan aku pun tidak kalah hebohnya dalam berteriak,
“Maaa… memek.. nya.. e..naak..!”Rupanya gaya itu membuat Mama sudah tidak
tahan lagi, sehingga sesaat kemudian, “Sayang Mama mau sam..paai… Aahhh..!”Mama
berteriak keras sekali, dan aku yakin kalau kami tidak berada di rumah itu,
orang lain pasti mendengar teriakan Mama.Aku merasakan penisku seperti disiram
cairan hangat. Walau kusadari Mama sudah mencapai puncaknya, aku tetap saja
memompa batang penisku di dalam vagina Mama. Malah semakin giat karena sekarang
liang Mama sudah licin oleh cairan Mama.Dan tidak lama, “Maa… Toni.. mau
sampaaii nih..!” kataku ketika aku merasa mau orgasme.”Cabut kontolmu Sayaang..!”
perintah Mama.Segera saja batang kemaluanku kucabut dari liang Mama yang masih
menungging.Mama lalu berbalik kepadaku dan memegang batang penisku. Lalu
dibukanya mulutnya dan Mama pun mulai mengulum kemaluanku.”Aahh… oohhh..!”
hanya desahan itu yang keluar dari mulutku.Dan, creet.. croott… crot..! air
maniku menyemprot sebanyak sepuluh kali ke dalam mulut Mama. Mama tidak langsung
menelan spermaku, melainkan memainkan spermaku di dalam mulutnya seperti orang
yang sedang berkumur. Dan sebelum ditelan, Mama membuka mulutnya dan menunjukkan
spermaku yang ada di dalam mulutnya itu. Baru setelah itu pejuku ditelan sampai
habis..nak video main dengan mama dalam rahsia warna kuning kat sini